Jumat, 20 November 2009

Inspirasi Raja Blogger WordPress Matt Mullenweg Jutawan Muda : Tak Pernah Berhenti dalam Kegagalan

Inspirasi Raja Blogger WordPress Matt Mullenweg Jutawan Muda : Tak Pernah Berhenti dalam Kegagalan

Bahkan, seorang Matt Mullenweg pun seorang mahasiswa yang DO alias Drop Out. Setelah Bill Gates Microsoft dan Mark Zuckerberg Facebook, Mark Mullenweg pun menyusul dalam deretan tokoh sukses yang kuliahnya berantakan. Atau memang harus mengalami nasib seperti itu kalau mau sukses? Harus terbengkalai dulu kuliahnya? Tentu tidak bisa kita generalisasi seperti itu. Yang jelas, ada satu kesamaan antara ketiganya. Bill, Mark, dan Matt tidak pernah berhenti ketika gagal, mereka terus mencoba meraih apa yang mereka yakini, dengan dibantu dengan teman yang memiliki konsep dan pemikiran yang sama. Kuliah bukan segalanya, tapi bagaimanapun juga ilmu dari kampus akan sangat bermanfaat kita aplikasikan di pekerjaan kita saat ini (mungkin, termasuk aku yang di bidang media).

Berikut ini cerita tentang Matt Mullenweg, pendiri WordPress, blog tempat aku menulis, tempat kamu membaca tulisanku ini, dan tempat kita berdiskusi mengenai semua hal yang ada di pikiran kita dan (sempat) kita tuliskan ke media blog.


Foto Matt Mullenweg Pendiri WordPress


Pada usia yang masih muda, 24 tahun, Matthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg, telah menjadi jutawan. Dia adalah pendiri WordPress, situs bagi para blogger. Dengan mengandalkan WordPress.com, Mullenweg sudah meraih pundi-pundi kekayaan senilai USD 40 juta. Matt mengembangkan WordPress sebagai aplikasi blog yang terbuka (open source), sehingga peranti lunak dan kodenya terbuka bagi publik.




Kenapa WordPress harus open source? ”Jika melakukan sesuatu demi uang, kamu akan menemui banyak kesulitan untuk menjual. Namun lakukan apa yang kamu sukai, maka uang akan mengikuti kamu,” ujarnya.



Dia menginginkan WordPress menjadi bernilai bagi komunitasnya. Komunitas yang terdiri atas beragam kepentingan dan pandangan, bahkan perbedaan. ”Tapi pada suatu hari, semuanya dipenuhi dengan cinta,” ujarnya. Melalui semangat demokrasi ini, dia berharap WordPress bisa memberi inspirasi. Melalui blog, menurut dia, semua orang berhak mengungkapkan apa saja yang ada dalam pikirannya.

Namun, ekspresi melalui blog masih menghadapi tantangan dan rintangan di beberapa negara. Seperti di Turki yang memblokir WordPress atas perintah pengadilan. ”Kita juga menghadapi permasalahan rumit di China,” ujarnya kepada Sydney Morning Herald. Mullenweg juga berusaha menangkal WordPress dari pemanfaatan untuk kepentingan terorisme.

Dia telah menghapus sekitar 200 blog (termasuk blog-ku yang sempat kena suspend) yang tergabung dengan WordPress karena berkaitan dengan kejahatan dan terorisme. Dia ingin mencitrakan bahwa situs yang dikelolanya benar-benar bersih dari tindakan kejahatan. Berbagai fasilitas tambahan terus dibuat untuk menyempurnakan WordPress.

Pengembangan demi pengembangan membuat WordPress makin disukai pengguna. Totalitas membuat WordPress makin lengkap, dari fasilitas untuk add-on, pembuatan statistik, hingga anti-spam. Berkat WordPress.com" target="_blank">WordPress, Mullenweg dinobatkan sebagai 50 orang paling penting di dunia jejaring (web) oleh PC World pada tahun lalu.

Selanjutnya pada 2005, dia mendirikan Automatti dan Akismet yang menjadi anak perusahaan WordPress. Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari 25 pengusaha paling berpengaruh dalam industri teknologi informasi versi majalah Businessweek pada tahun ini. Sebenarnya,pemuda yang lahir pada 11 Januari 1984 di Houston,Texas ini meluncurkan WordPress pada usia 21 tahun.

Namun, cerita baru dimulai Juni 2002, ketika Mullenweg mulai menggunakan perangkat lunak blog, b2/ cafelog. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan b2 sehingga sesuai dengan standar jejaring saat itu. Bersama Mike Little, dia mulai mengembangkan WordPress berbasis b2.

Kemudian, mereka juga bergabung dengan pengembang asli b2, yaitu Michel Valdrighi. Itulah cikal bakal berdirinya WordPress. Pengembangan demi pengembangan membuat WordPress sebagai perangkat lunak blog paling hebat.Pada April 2004,WordPress mengumumkan fasilitas Ping-O-Matic yang berfungsi untuk mengirim notifikasi kepada search engine blog seperti technorati.com.

WordPress sangat diminati pengguna internet. Beberapa situs terkenal seperti The New York Times, The Wall Street Journal,CNN, dan Friendster menggunakan WordPress.com" target="_blank">WordPress dalam situs mereka. Hingga saat ini, tidak kurang dari 700.000 blogger menggunakan WordPress. com.Menurut Businessweek, situs WordPress dikunjungi lebih dari 103 juta pengunjung di seluruh dunia pada tahun lalu.

Selain WordPress, Mullenweg juga mendirikan Global Multimedia Protocol Group (GMPG), format yang lebih kompleks dari HTML. Pada April 2004, Matt Mullenweg drop out kuliah dan pindah dari Houston ke San Fransisco untuk bekerja pada CNET selama setahun. Di sana, Mullenweg berhasil meluncurkan Automatic dan Askimet, sebuah peranti lunak untuk mengeblok spam.

”Uang dan gaji bukanlah motivasi utama kita. Namun, fokus pada yang disukai adalah motivasi Anda,” ujarnya. Mullenweg mengaku ada beragam alasan di balik pengembangan WordPress. Pertama, dia ingin membuat situs blog yang memudahkan para pengguna membuat situs online. Dia ingin semua orang dapat membuat blog. Kemudahan itu yang pada akhirnya membuat WordPress cenderung populer dibandingkan lainnya.

Kedua, dia ingin memenuhi keinginan pengguna, termasuk pemenuhan open source yang terus berkembang. Mullenweg mengaku sangat menyukai semua pekerjaan yang menyangkut WordPress. ”Apalagi, pekerjaan saya seperti memberikan hadiah pada dunia ini, gratis untuk semua orang, semua orang dapat menggunakan hasil kerja saya,” ujarnya pada bloginterviewer.

Mullenweg mengaku kesuksesan yang didapat WordPress adalah buah kerja sama dengan banyak orang. ”Saya bekerja dengan orang-orang yang luar biasa dan membantu mendemonstrasikan kegiatan publishing di website. Inilah yang membuat WordPress berkembang pesat,” ujar pria yang kini tinggal di San Francisco, Amerika Serikat tersebut. Mullenweg menuturkan, meski berhubungan dengan banyak bahasa teknis komputer saat membuat WordPress, dia pada awalnya justru tidak mengetahui secara mendalam masalah-masalah tersebut.

Dia bahkan mengaku harus belajar banyak untuk mengetahui bahasa pemrograman komputer. Menurut Mullenweg, justru bukan semata bahasa komputer yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah program,melainkan sentuhan komunikasinya yang perlu diperhatikan.”Code(bahasa teknis komputer) bukan hal terpenting dalam sebuah perangkat lunak. Justru soal desain, warna, pencitraan merek,dan kegunaanlah yang perlu diperhatikan,” ujarnya. (seputar-indonesia.com/andika hendra mustaqim/foto: bloggingpro.com)

Source : http://lunjap.wordpress.com
Dikirim oleh Admin
Tanggal 2008-12-30
Jam 16:37:06

Ir Ciputra Pengusaha Sukses, Sebuah Inspirasi

Ir Ciputra Pengusaha Sukses, Sebuah Inspirasi

Profil dan Otobiografi Singkat Ir. Ciputra

Ir. Ciputra (lahir di Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931; umur 77 tahun) adalah seorang insinyur dan pengusaha di Indonesia. Ciputra menghabiskan masa kecil hingga remajanya di sebuah desa terpencil di pojokan Sulawesi Utara. Begitu jauhnya sehingga desa itu sudah nyaris berada di Sulawesi Tengah. Jauh dari Manado, jauh pula dari Palu. Sejak kecil Ciputra sudah merasakan kesulitan dan kepahitan hidup. Terutama saat bapaknya ditangkap dan diseret dihadapannya oleh pasukan tak dikenal, dituduh sebagai mata-mata Belanda/ Jepang dan tidak pernah kembali lagi (pada tahun 1944). Ketika remaja sekolah di SMP Frater Donbosco Manado.

Ketika tamat SMA, kira-kira saat dia berusia 17 tahun, dia meninggalkan desanya menuju Jawa, lambang kemajuan saat itu. Dia ingin memasuki perguruan tinggi di Jawa. Maka, masuklah dia ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Keputusan Ciputra untuk merantau ke Jawa tersebut merupakan salah satu momentum terpenting dalam hidupnya yang pada akhirnya menjadikan Ciputra orang sukses. Keputusan Ciputra untuk merantau ketika tamat SMA merupakan keputusan yang tepat, karena pada usia tersebut muncul adanya keinginan untuk bebas yang disertai rasa tanggung jawab pada diri individu. Ciputra adalah perantau yang sempurna. Dia mendapatkan kebebasan, tapi juga memunculkan rasa tanggung jawab pada dirinya.

Bagi Ciputra, perintis pengembang properti nasional sekaligus pembangun 20 kota satelit di seluruh Indonesia, pengalaman hidup susah sejak kecil adalah pemicu kesuksesannya. Ciputra yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah 77 tahun lalu, harus merasakan kerasnya hidup sejak usia 12 tahun, tanpa ayah. Sang ayah ditangkap tentara pendudukan Jepang dan akhirnya meninggal di penjara.

Sebagai bungsu dari 3 bersaudara, Ciputra kecil harus bergelut dengan berbagai pekerjaan untuk mencari uang membantu sang ibu yang berjualan kue. Ciputra yang mengaku sangat bandel dan nakal sejak kecil, juga harus berjalan kaki tanpa alas kaki sejauh 7 kilometer ke sekolah setiap hari. Kenakalan Ciputra terlihat dari sifatnya yang seenaknya sendiri. Saat disuruh belajar bahasa Belanda, Jepang atau China, dia malas. Dia hanya mau belajar bahasa yang dianggapnya akan berguna baginya, yaitu bahasa Indonesia. Akibatnya, saat usia 12 tahun dia masih di kelas 2 SD karena berkali-kali tinggal kelas.

Pasca ditinggal sang ayah, barulah Ciputra bangkit dan mau belajar giat hingga selalu menjadi nomor 1 di sekolah. Kegemilangan prestasi Ciputra terus berlanjut hingga mampu menamatkan kuliah di jurusan arsitektur ITB. Setelah lulus kuliah, jiwa wirausaha Ciputra mengantarkannya menjadi raksasa pengembang properti di tanah air lewat PT Pembangunan Jaya saat itu, dan akhirnya menjadi grup Ciputra. Dan hingga kini, berbagai bangunan properti yang menghiasi wajah Jakarta, tak bisa dilepaskan dari campur tangan seorang Ciputra.



Foto Buku Ciputra Way
Buku Ciputra Way



CIPUTRA, Pengusaha asal Sulawesi Tengah

Ketika mula didirikan, PT Pembangunan Jaya cuma dikelola oleh lima orang. Kantornya menumpang di sebuah kamar kerja Pemda DKI Jakarta Raya. Kini, 20-an tahun kemudian, Pembangunan Jaya Group memiliki sedikitnya 20 anak perusahaan dengan 14.000 karyawan. Namun, Ir. Ciputra, sang pendiri, belum merasa sukses. ``Kalau sudah merasa berhasil, biasanya kreativitas akan mandek,`` kata Dirut PT Pembangunan Jaya itu.

Ciputra memang hampir tidak pernah mandek. Untuk melengkapi 11 unit fasilitas hiburan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA), Jakarta -- proyek usaha Jaya Group yang cukup menguntungkan -- telah dibangun "Taman Impian Dunia". Di dalamnya termasuk "Dunia Fantasi", "Dunia Dongeng", "Dunia Sejarah", "Dunia Petualangan", dan "Dunia Harapan". Sekitar 137 ha areal TIJA yang tersedia, karenanya, dinilai tidak memadai lagi. Sehingga, melalui pengurukan laut (reklamasi) diharapkan dapat memperpanjang garis pantai Ancol dari 3,5 km menjadi 10,5 km.

Masa kanak Ciputra sendiri cukup sengsara. Lahir dengan nama Tjie Tjin Hoan di Parigi, Sulawesi Tengah, ia anak bungsu dari tiga bersaudara. Dari usia enam sampai delapan tahun, Ci diasuh oleh tante-tantenya yang "bengis". Ia selalu kebagian pekerjaan yang berat atau menjijikkan, misalnya membersihkan tempat ludah. Tetapi, tiba menikmati es gundul (hancuran es diberi sirop), tante-tantenyalah yang lebih dahulu mengecap rasa manisnya. Belakangan, ia menilainya sebagai hikmah tersembunyi. "Justru karena asuhan yang keras itu, jiwa dan pribadi saya seperti digembleng," kata Ciputra.

Pada usia 12 tahun, Ciputra menjadi yatim. Oleh tentara pendudukan Jepang, ayahnya, Tjie Siem Poe, dituduh anti-Jepang, ditangkap, dan meninggal dalam penjara. "Lambaian tangan Ayah masih terbayang di pelupuk mata, dan jerit Ibu tetap terngiang di telinga," tuturnya sendu. Sejak itu, ibunyalah yang mengasuhnya penuh kasih. Sejak itu pula Ci harus bangun pagi- pagi untuk mengurus sapi piaraan, sebelum berangkat ke sekolah -- dengan berjalan kaki sejauh 7 km. Mereka hidup dari penjualan kue ibunya.

Atas jerih payah ibunya, Ciputra berhasil masuk ke ITB dan memilih Jurusan Arsitektur. Pada tingkat IV, ia, bersama dua temannya, mendirikan usaha konsultan arsitektur bangunan -- berkantor di sebuah garasi. Saat itu, ia sudah menikahi Dian Sumeler, yang dikenalnya ketika masih sekolah SMA di Manado. Setelah Ciputra meraih gelar insinyur, 1960, mereka pindah ke Jakarta, tepatnya di Kebayoran Baru. ``Kami belum punya rumah. Kami berpindah-pindah dari losmen ke losmen,`` tutur Nyonya Dian, ibu empat anak. Tetapi dari sinilah awal sukses Ciputra.

Pada tahun 1997 terjadilah krisis ekonomi. Krisis tersebut menimpa tiga group yang dipimpin Ciputra: Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Namun dengan prinsip hidup yang kuat Ciputra mampu melewati masa itu dengan baik. Ciputra selalu berprinsip bahwa jika kita bekerja keras dan berbuat dengan benar, Tuhan pasti buka jalan. Dan banyak mukjizat terjadi, seperti adanya kebijakan moneter dari pemerintah, diskon bunga dari beberapa bank sehingga ia mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.

Ciputra telah sukses melampaui semua orde; orde lama, orde baru, maupun orde reformasi. Dia sukses membawa perusahaan daerah maju, membawa perusahaan sesama koleganya maju, dan akhirnya juga membawa perusahaan keluarganya sendiri maju. Dia sukses menjadi contoh kehidupan sebagai seorang manusia. Memang, dia tidak menjadi konglomerat nomor satu atau nomor dua di Indonesia, tapi dia adalah yang TERBAIK di bidangnya: realestate.

Pada usianya yang ke-75, ketika akhirnya dia harus memikirkan pengabdian masyarakat apa yang akan ia kembangkan, dia memilih bidang pendidikan. Kemudian didirikanlah sekolah dan universitas Ciputra. Bukan sekolah biasa. Sekolah ini menitikberatkan pada enterpreneurship. Dengan sekolah kewirausahaan ini Ciputra ingin menyiapkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengusaha.



Foto Ir. Ciputra
Ir Ciputra



Ir. Ciputra Menghadapi Krisis Ekonomi

Keran KPR yang mulai mengucur, membuat aktivitas PT Ciputra Development terdengar lagi. Kelompok usaha ini semakin giat beriklan. Akankah Ciputra segera berjaya kembali? Akibat krisis ekonomi yang melanda negeri ini, sebagaimana kebanyakan pengusaha properti lainnya, Ciputra pun harus melewati masa krisis dengan kepahitan. Padahal, serangkaian langkah penghematan telah dilakukan. Grup Ciputa (GC), misalnya, terpaksa harus memangkas 7 ribu karyawannya, dan yang tersisa cuma sekitar 35%.

Lantas, semua departemen perencanaan di masing-masing anak perusahaan segera ditutup dan digantikan satu design center yang bertugas memberikan servis desain kepada seluruh proyek. Jenjang komando 9 tingkat pun dipotong menjadi 5. Akibatnya, banyak manajer kehilangan pekerjaan. Lebih pahit lagi: kantor pusat GC yang semula berada di Gedung Jaya, Thamrin, Jakarta Pusat, terpaksa pindah ke Jl. Satrio -- kompleks perkantoran milik GC. Paling tidak, dengan cara semacam itu, GC bisa menghemat Rp 4 miliar/tahun.

Sementara Harun dan tim keuangannya -- setelah susut menjadi 7 orang dan gajinya dipotong hingga 40% -- hengkang ke salah satu lantai Hotel Ciputra, Grogol, Jakarta Barat. Di tempat itu, mereka menyewa beberapa ruangan. Selebihnya, kabar yang menjadi rahasia umum: utang GC macet total.

Menurut Harun, para petinggi CD waktu itu sadar betul kondisi yang ada tidak bakalan berubah secepat yang dibayangkan. Soalnya, berlalunya krisis moneter yang belakangan bermetamorfosis menjadi krisis multidimensional sejatinya berada di luar kendali mereka. Celah yang masih terbuka hanyalah konsolidasi internal dan restrukturisasi perusahaan.

Maka, selain memangkas biaya operasional secara drastis, CD pun segera menerapkan strategi pemasaran baru: menjual kapling siap bangun. Kata Harun, selain CD kala itu hanya menyimpan sedikit stok rumah siap huni, perubahan strategi pemasaran ini juga dilakukan untuk membidik konsumen berkantong tebal. Maklumlah, mengharapkan KPR ibarat pungguk merindukan bulan. Adapun yang tersisa, ya itu tadi, pasar kalangan kelas menengah-atas. Mereka biasanya lebih suka membeli kapling karena dapat menentukan sendiri desain rumahnya.

Keuntungan lain menjual kapling tanah: berkurangnya biaya operasional. Masih menurut Harun, dengan menjual kapling siap bangun, CD cuma berkewajiban menyediakan infrastruktur seperti telepon, air, listrik dan jalan. Memang, ketimbang membangun rumah siap huni, biaya penyediaan infrastruktur relatif jauh lebih murah. Dalam perhitungan Harun, biaya yang dikeluarkan per m2-nya cuma Rp 90 ribu.

Sementara itu, bila membangun rumah siap huni, CD mesti siap menerima kenyataan jika harga bahan-bahan bangunan meningkat pesat. Besi, misalnya. Setelah kurs rupiah terhadap US$, harganya naik 60%. Sementara semen dan keramik, masing-masing meningkat menjadi 40% dan 30%. Jadi, "Tak ada alasan tidak menerapkan strategi itu," ujar Harun. Kebijakan itu berlaku di Jakarta dan di Surabaya.

Guna mendukung strategi di atas, program-program above the line juga tak luput dikoreksi. Hasilnya, dari monitoring yang dilakukan, para petinggi CD akhirnya berkesimpulan, mubazir bila beriklan gencar di masa krisis. "Seperti membunuh tikus dengan memakai bom," jelas Harun. Alhasil, pilihan kemudian jatuh pada penjualan langsung. Bahannya diolah dari database konsumen milik CD. Dan supaya lebih terarah, database diolah lewat pembentukan klub-klub penjualan, di Jakarta maupun Surabaya.

Namun, apa daya, meski harga kapling siap bangun belum dinaikkan dan tim pemasaran bekerja sekeras mungkin, toh strategi itu tidak langsung membuahkan hasil yang memuaskan. Lebih dari Tiga bulan, konsumen yang tertarik dengan ratusan hektare tanah matang milik CD yang dijual dalam bentuk kapling siap bangun -- dari total 1.800 har landbank (tanah mentah) CD yang tersebar di Jakarta dan Surabaya -- bisa dihitung dengan jari.

Kata Harun, petinggi CD lagi-lagi sadar para pemilik uang sesungguhnya lebih memilih mendepositokan uangnya ketimbang membeli kaping siap bangun. Maka, "Tahun 1998 adalah tahun yang paling sulit yang pernah dilalui CD," kenangnya. Masalahnya, uang yang masuk selama setahun cuma Rp 40 miliar.

Itulah nilai total hasil penjualan lima proyek perumahan di Jakarta dan Surabaya milik CD. Jelas, ketimbang tahun-tahun sebelumnya, saat kondisi ekonomi masih normal, kenyataan tersebut benar-benar menyakitkan. Sebelum krisis, dari satu proyek saja, CD bisa meraup uang sebanyak Rp 10 miliar/bulan. Artinya, angka Rp 40 miliar tersebut biasanya dicapai hanya dalam sebulan.
Yang lebih menyesakkan, menurut sumber SWA, Pak Ci ikut-ikutan menambah beban psikologis pasukannya. Hampir setiap hari CEO GC itu uring-uringan tanpa sebab yang jelas. Seingatnya,waktu itu Pak Ci jarang bertanya kepada anak buahnya bagaimana sebenarnya kondisi di lapangan. "Ia malah seperti tak habis-habisnya melakukan pressure kepada timnya," jelas si sumber.

Dan lucunya lagi, bahkan di luar dugaan banyak orang -- sang sumber sendiri kaget luar biasa -- Pak Ci sampai-sampai "menodong" seorang pemuka agama agar jemaat gerejanya membeli kapling siap bangun di salah satu proyek perumahan CD. "Benar-benar tidak masuk akal," ungkap sumber. Benarkah? "Bohong. Kalau stres, siapa yang tidak stres waktu itu," bantah Harun.

Untunglah, bersamaan turunnya suku bunga deposito di awal 1999, strategi itu mulai menampakkan hasil. Kecil memang, tapi, "Kami sudah mulai sibuk," ujar Harun. Ia menunjuk aktivitas penjualan kapling siap bangun, khususnya yang di Surabaya. "Di kota ini, penjualannya cukup bagus."

Sayang, Harun tak bersedia menyebutkan nilai transaksi di Kota Buaya. Yang jelas, tidak seperti di Jakarta, jumlah item kapling siap bangun yang ditawarkan CD di Surabaya lumayan variatif. Dari segi luas contohnya, 1.200-2.000 m2 dengan harga jual minimal: Rp 600 ribu/meter2. Selain itu, ada pula kapling golf -- posisinya berhadapan atau di sekitar lapangan golf. "Kapling jenis ini, sekalipun lebih mahal, tampak paling disukai," jelas Harun.

Bagaimana dengan Jakarta? Kendati kapling yang dijual hanya berukuran 200-500 m2, angka penjualannya tidak sebagus di Surabaya. Dan kapling yang disukai konsumen kebanyakan yang berukuran 400 m2 seharga Rp 225-500 ribu/m2. Menurut Harun, hal itu terjadi karena tingkat persaingan di Jakarta lebih ketat ketimbang di Surabaya. Soalnya, "Ada banyak proyek serupa di sini," ujarnya. Dan, yang lebih penting, kapling golf bukanlah hal yang istimewa bagi banyak konsumen metropolitan. "Jadi, penawaran kami sama seperti yang lain. Karena itu pula, bisa jadi konsumen mencari yang lebih murah."

Seperti yang sudah-sudah, tutur menantu Ciputra itu, kebutuhan konsumen di Jakarta sejatinya adalah rumah siap huni yang dilengkapi fasilitas KPR. Karena itu, bermodalkan pendapatan hasil penjualan kapling siap bangun plus tersedianya sarana KPR, CD pun mulai menggiatkan pembangunan rumah siap huni, di Citra Raya Tangerang, Citra Indah Jonggol, Citra Grand Cibubur ataupun Citra Cengkareng.

Bersamaan waktunya, CD pun kembali rajin beriklan. Namun, tidak seperti tiga tahun lalu, kini belanja iklannya diatur ketat. Indikator pertama yang dihitung sebelum mengeluarkan uang untuk berpromosi di berbagai media cetak adalah jumlah total hari libur dalam setiap bulan. Yang jelas, sebulan CD beriklan tak lebih dari tiga kali. "Bukan apa-apa. Kami hanya ingin iklan itu bisa efektif mencapai sasaran," katanya. Ia menambahkan, klub-klub penjualan yang dulu sempat dibentuk tetap diteruskan.

Hanya saja, lagi-lagi sayang, Harun mengaku tidak ingat persis jumlah uang yang masuk ke kocek CD setelah perusahaan properti yang dipimpinnya itu kembali rajin beriklan. Ia hanya mengatakan, "Cash flow kami cukup aman." Ditambah semakin membaiknya daya beli konsumen, Harun pun optimistis, CD dan GC bisa berkibar kembali. Namun, tentu saja, ia mengaku, "Tidak seperti dulu lagi."


Tag Keyword : Ir Ciputra Pengusaha Bisnis Enterpreneur Enterpreneurship Real Estate Apartemen Konstruksi DKI Tokoh Profil Sulawesi Tengah




Source :

* http://id.wikipedia.org
* http://tokohindonesia.com/
* http://infocomcareer.com/


Dikirim oleh Admin
Tanggal 2009-04-22
Jam 13:00:58



Baca Juga Artikel Tentang Tokoh dan Ir Ciputra Pengusaha Bisni Tip Tips Trik Manajemen Lainnya :

* Otobiography Albert Einstein
* Membuktikan Teori Einstein Menggunakan Pensil
* Inspirasi Dari Keluarga Polgar
* 10 Ilmuwan Paling Gila di Muka Bumi
* Merindukan Sosok Seperti Jenderal Soedirman
* Bung Hatta Dalam Kesederhanaan, Kemuliaan dan Kekuasaan
* Fridtjof Nansen Sang Tokoh Oseanografi
* Riwayat Sejarah Sang Legenda : Abunawas
* Belajar dari Kisah Sukses Walt Disney
* Oprah Winfrey Perjuangan dan Kesuksesan
* Internet Raksasa Ekonomi Baru Sebuah Inspirasi Peter Drucker
* Inspirasi Raja Blogger WordPress Matt Mullenweg Jutawan Muda : Tak Pernah Berhenti dalam Kegagalan
* Sejarah Riwayat Hidup Jenghis Khan dan Kubilai Khan, Kaisar Penguasa Asia
* Para Tokoh Kedokteran Ahli Ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok - China Kuno
* Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang jadi Teladan
* Ir Ciputra Pengusaha Sukses, Sebuah Inspirasi
* Daftar Pemain Gitar Terbaik dan Terhebat Dunia - The Best Guitarists In The World
* Daftar Sebelas Pemain Tengah Terbaik Dunia Sepanjang Karir Sepak Bola
* Sejarah, Silsilah dan Riwayat Penulis naskah Arab Melayu, Haji Batin

Kamis, 19 November 2009

Profil Pengusaha

Hilman Budiyadi, general manager dan pendiri PT Primatama Quantumjaya
Drop out kuliah lantaran terpikat bekerja, keluar, lalu mendirikan usaha sendiri. Kini, berkat pengalaman dan ketekunannya, Asep.begitu panggilannya.telah menjadi netpreneur pada usia yang relatif muda. Pesaingnya pun kelas dunia.

Mon Mar 24, 2003
Wayan Sandiada, S.E Di Antara Bank dan Ekonomi Kerakyatan
Kecil itu indah. Bagi Wayan Sandiada, S.E, kecil itu juga menantang. Kehidupannya sebagai ''masyarakat kecil'' sejak awal penuh tantangan. Lahir dari orangtua yang notabene pengusaha kecil-kecilan (pembuat tahu-red.) dan dibesarkan bersama tujuh saudaranya, tantangan demi tantangan dirasakan Sandiada. Toh, semuanya terlewati. Pendidikan dapat diselesaikan bersama ketujuh saudaranya.Setelah menyelesaikan pendidikannya, selama bertahun-tahun pria kelahiran Sampalan Kelod, Klungkung itu akhirnya menekuni pekerjaannya di bank. Kenyang dengan pengalaman sebagai pekerja, akhirnya Sandiada tampil di puncak manajemen, sebagai Pimpinan BPR Bukit Penulisan Cabang Badung di Pasar Kerobokan, Kuta.

Fri Mar 07, 2003
ARDIYANTO PRANATA
Apa yang Anda pikirkan ketika bertemu dengan seorang yang menjadikan kesenian adalah oksigen dari hidupnya? Ia tak dapat hidup tanpa oksigen itu. Ia akan mati. Tapi ia akan hidup dan selalu menghidup-hidupi sesuatu yang memang menghidupi dirinya itu. Dan ketika demikian, seorang menempatkan seni tak kurang tak lebih dari hidup itu sendiri. Dimensi itu menjadi demikian meluas, sebagaimana menempatkan kemanusian kita sendiri. Karenanya, apa saja yang dibangunnya atas nama kesenian, akan punya dimensi-dimensi kemanusiaan. Hal itu dapat ia rupakan apa saja, seni lukis, seni musik, film, apa saja. Tidak terkotak, atau tidak mengkotakkan diri pada kesetiaan buta kepada bentuk seni tertentu.Thu Jan 30, 2003
H. Suganda; Sukses Mengeruk Untung Kerupuk
Hampir 20 tahun lamanya menekuni bisnis kerupuk. Selama itu pula, pengusaha yang satu ini berhasil menghimpun laba dan membesarkan usahanya.Thu Jan 30, 2003
H. Endang; Pengusaha Kue Kering Tahan Banting
Sudah 18 tahun H. Endang menggeluti usaha kue kering dengan jatuh bangun. Dengan pengalamannya selama itu, dia tak gentar menghadapi persaingan yang terasa kian keras.Thu Jan 30, 2003
Reza Malik; Obsesi Usaha Roti Sang Santri
Santri jebolan pondok pesantren ini berhasil mengembangkan usaha roti hingga produksinya bisa meludeskan 150 bal tepung terigu sehari. Dia masih menyimpan sebuah obsesi besar.
copyright © Sajadah.Net - All Rights Reserved
Jl. Kramat VI/17, Jakarta 10410
Phone: 62-21 - 3106741, Fax: 62-21 - 3106741
powered by pMachine

Alokasi anggaran PNPM Mandiri 2010 turun

Alokasi anggaran PNPM Mandiri 2010 turun Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan alokasi anggaran bagi pemberdayaan masyarakat pedesaan berbasis usaha� mikro dan kecil melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri akan diturunkan pada 2010.
“Pada tahun ini jumlah anggarannya sebesar Rp13,7 triliun. Pada tahun depan jumlah akan diturunkan menjadi Rp11,44 triliun,” kata Agung Laksono saat memberi pengarahan kepada peserta Rakornas pemberdayaan UMKM di Jakarta Utara, hari ini.

Penurunan anggaran itu, katanya, karena dari 6.480 kecamatan seluruh Indonesia yang mendapat bantuan program pemberdayaan usaha ditengarai banyak yang berhasil meningkatkan perekonomian setempat. Satu kecamatan menerima bantuan sebesar Rp3 miliar.

Pemerintah menyalurkan dana PNPM Mandiri dengan memberikan keleluasaan mengelola dana sesuai dengan kemampuan atau potensi usaha di setiap kecamatan. Dana kredit yang diajukan secara individu maupun kelompok tanpa memakai jaminan.

Peningkatan perekonomian beberapa kecamatan terjadi berkat harmonisasi yang dilakukan Kantor Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat. Dana PNPM Mandiri yang dialokasikan untuk tiga klaster tidak hanya bersumber dari APBN, tetapi juga dari APBD.(er)



sumber:bisnis.com
Related Entries:
"Koperasi perkuat di segmen ekonomi mikro"
"Pelatihan koperasi simpan pinjam masih berjalan"
"Pemerintah tak akan likuidasi induk koperasi TNI"
"Pertanian perlu direkonstruksi dan direstrukturisasi"
"Serahkan tempat pengelolaan ikan ke koperasi"


copyright © Sajadah.Net - All Rights Reserved
Jl. Kramat VI/17, Jakarta 10410
Phone: 62-21 - 3106741, Fax: 62-21 - 3106741
powered by pMachine

Kamis, 12 November 2009


WISATA KULINER BEKASI TAWARKAN TEMPAT MAKAN DENGAN KONSEP OUTDOOR


Bila anda ingin mencari tempat makan atau sekedar ingin bersantai ria bersama keluarga,rekan bisnis, teman anda coba aja datang ke Wisata Kuliner Bekasi, Anda akan dimanjakan dengan suasana santai sambil menikmati gemerlap kota bekasi dimalam hari. lokasinya bertempat disamping Islamic centre bekasi depan Asrama haji kota bekasi...!!!

Senin, 09 November 2009

WISATA KULINER BEKASI KEBANGGAN DI MASA MENDATANG


Hadirnya Wisata Kuliner Bekasi yang dicetuskan oleh Dinas Perindustrian pardagangan dan koperasi kota Bekasi adalah sebuah bentuk nyata pembangunan ekonomi kerakyatan di kota bekasi. Agar Wisata Kuliner Bekasi bisa menjadi salah satu ikon kota bekasi dukungan dari pemkot kota bekasi sangatlah diharapkan sehingga visi dan misi Wisata Kuliner bekasi kelak dapat terwujud, Kami berharap hal ini dapat segera terealisasi dengan di keluarkannya SK Walikota untuk Wisata Kuliner Bekasi. Kata Ketua UKM Wisata Kuliner Bekasi Bp. Imam.